Seorang paskibraka yang penuh cinta kasih akan selalu berpikir positip dan berani untuk menyapa, dia akan selalu menyapa terlebih dahulu dan tidak akan menunggu untuk disapa oleh semua orang yang ditemuinya, baik orang tua, kakak, adik, saudara-saudaranya, atasan, bawahan dan teman-teman yang lain. Dengan penuh kasih sayang dia akan bersuka cita menyapa dan menunjukkan empati kepada semua orang, perhatian penuh kasih sayang akan tercermin dalam tingkah laku, sikap dan perbuatannya, tutur katanya lembut, suaranya memancarkan suka cita suara hati yang yang bahagia, senyum tulus akan menghiasi bibir dan hatinya sehingga saat berbicara akan terdengar nada yang sangat ramah tanpa kesan dibuat-buat. Saat bertemu ia akan mengucapkan “salam”, salam tersebut dapat berupa ucapan : assalamu’alaikum, selamat pagi, siang atau malam, apa kabar dan sebagainya dengan nada suka cita dan ketulusan. Ucapan salam bisa diteruskan dengan suatu uluran tangan untuk berjabat tangan,. Jabat tangan kepada orang yang kita beri salam dengan penuh kehangatan dan kasih sayang akan mengalirkan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua orang yang kita beri salam.
Apabila menginginkan atau meminta sesuatu dari orang lain maka dengan ketulusan hati dan suara yang penuh senyum secara otomatis terucap kata kata “tolong”. Permintaan tolong adalah suatu sikap kerendahan hati karena akan memohon suatu bantuan karena akan dan telah mengganggu serta merepotkan tetapi akan terdengar sangat sopan oleh orang yang dimintai tolong dan pasti dengan penuh suka cita akan menolong kita.
Ucapkanlah permohonan “maaf” atas segala tingkah laku, sikap, perbuatan kita yang mungkin secara tidak sengaja membuat orang lain menjadi tidak nyaman baik secara phisik maupun kejiwaan. Seorang yang mampu mengucapakan permintaan maaf adalah seorang yang mempunyai jiwa besar, rendah hati dan bisa menghormati orang lain. Rendah hati adalah suatu sikap untuk menghargai sesama dengan berani mengakui dan memuji kelebihan sesama sehingga kita juga bisa mensyukuri kelebihan yang dianugerahkan kepada kita. Dengan kerendahan hati, kita menjadi terbuka dan selalu bersyukur sehingga dapat menyinari lingkungan dimana kita berada dan berani mengucapkan permohonan maaf dengan spontan tanpa suatu keraguan jika kita berbuat suatu kesalahan atau mungkin dianggap salah oleh orang lain. Permohonan maaf bukan berarti kita pasti berbuat salah, akan tetapi itulah tanda kebesaran dari jiwa paskibraka.
Ucapkanlah “terima kasih” atas segala kebaikan yang sudah diterima karena dalam ucapan terima kasih terkandung suatu pujian syukur kepada Nya karena cinta kasih yang telah diberikan Nya melalui orang lain yang sudah kita terima. Ucapkan terima kasih dengan tulus, santun dan spontan serta keluar dari nurani yang paling dalam. Disertai anggukan kepala, senyum dan tatapan mata yang tulus akan memancarkan pesona yang membuat orang lain tertarik untuk mengikuti suri tauladannya.
Seperti Kutipan Diatas Seorang PASKIBRAKA memiliki jiwa yang sangat patut kita teladani, tapi sungguh ironis melihat anggota PASKIBRAKA sekarang, sudah tidak memiliki sifat seperti yang disebut diatas, melihat PASKIBRAKA sekarang sudah tidak mementingkan akan arti nya sebuah kebersamaan yang pernah terjalin pada masa Diklatsar dulu, setelah lepas menjadi seorang PASKIBRAKA mereka seakan-akan melupakan rasa kebersamaan nya tersebut dan lupa terhadap apa rasa kebanggaan menjadi seorang PASKIBRAKA.
Sekarang ini jiwa seorang PASKIBRAKA apakan sudah LUNTUR???tidak Seperti yang disebutkan..... memang Zaman telah berubah,sekarang ini Jiwa PASKIBRAKA sudah tidak patut untuk dijadikan Teladan...., ya... mungkin tidak semua PASKIBRAKA seperti itu... yang lebih mementingkan kepentingan Pribadi, masih memiliki rasa egois, sudah tidak ada rasa kebersamaan nya,.... Bukti nya masih banyak PASKIBRAKA yang memiliki JIWA PASKIBRAKA SEJATI!!!
liat saja angkatan KAMI INI (PASKIRAKA 2004 Kota Cirebon) atau bisa biasa juga disebut ZERO FOUR .............!!! :-D
JAYA TERUS PASKIBRAKA INDONESIA ...............
